Mengenal Tatami, Tikar Tradisional Khas Jepang

Mengenal Tatami
Mengenal Tatami

Mengenal Tatami | Tatami adalah salah satu elemen khas dalam budaya Jepang yang telah melampaui batas waktu dan menjadi simbol penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Lebih dari sekadar alas tempat duduk atau tidur, tatami mencerminkan kedalaman nilai-nilai budaya dan keseimbangan yang telah melekat dalam kehidupan Jepang selama berabad-abad.

Artikel ini akan membahas pengertian tatami, sejarahnya, serta peran dan makna yang terkandung di dalamnya.

Bacaan Lainnya

Mengenal Tatami

Tatami adalah alas lantai tradisional Jepang yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti jerami, bambu, dan kulit. Umumnya berbentuk persegi dan diisi dengan lapisan bahan alami yang memberikan tekstur yang unik.

Tatami memiliki ukuran standar yang disebut sebagai “jo” yang setara dengan sekitar 1,76 meter x 0,88 meter. Kombinasi ukuran tatami ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengukur ukuran ruangan tradisional di Jepang.

Secara tradisional, tatami digunakan sebagai alas tempat duduk, tidur, dan berbagai aktivitas lainnya. Ruangan dengan lantai tatami sering kali memberikan nuansa yang khas dan hangat. Selain itu, tatami juga menjadi dasar untuk mengukur ukuran ruangan tradisional Jepang, seperti dalam konsep “matsuri-no-ma,” di mana ukuran ruangan ditentukan oleh jumlah tatami yang dapat disusun secara berderet.

Sejarah Tatami

Tatami memiliki sejarah panjang yang melibatkan evolusi dari bentuk dan fungsinya. Awalnya, tatami dikenal sebagai “woven grass mats” dan digunakan oleh orang-orang kelas atas pada periode Heian (794-1185 M). Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan tatami meluas ke berbagai lapisan masyarakat.

Pada zaman Edo (1603-1868 M), tatami menjadi lebih umum digunakan oleh masyarakat umum, menggantikan lantai yang terbuat dari bahan kasar. Tokugawa Ieyasu, pendiri dinasti Tokugawa, memainkan peran besar dalam mempopulerkan penggunaan tatami. Pada periode ini, tatami juga mulai menjadi bagian penting dalam arsitektur rumah tradisional Jepang.

Baca Juga :  Jenis dan Harga Roster Tembok 2023

Penggunaan tatami tidak hanya terbatas pada rumah tinggal, tetapi juga di tempat-tempat penting seperti kuil dan kastil. Hal ini menandakan bahwa tatami bukan hanya sekadar elemen fungsional, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Jepang.

Tatami
Tatami

Peran dan Makna Tatami dalam Budaya Jepang

  1. Keseimbangan dan Harmoni: Tatami dihubungkan dengan konsep keseimbangan dan harmoni dalam budaya Jepang. Ukuran dan susunan tatami dalam ruangan menciptakan tatanan yang simetris dan seimbang, mencerminkan nilai-nilai estetika Jepang yang menekankan keindahan dalam kesederhanaan.
  2. Ruangan Multifungsi: Karena tatami dapat digunakan sebagai alas tempat tidur, tempat duduk, dan untuk berbagai aktivitas lainnya, ruangan dengan lantai tatami sering kali memiliki fungsi yang fleksibel. Misalnya, pada siang hari, ruangan dapat digunakan sebagai ruang tamu dengan tatami yang disusun menjadi alas duduk, sementara pada malam hari, tatami dapat diubah menjadi tempat tidur.
  3. Hubungan dengan Alam: Bahan-bahan alami yang digunakan untuk membuat tatami, seperti jerami dan bambu, menandakan hubungan erat masyarakat Jepang dengan alam. Penggunaan bahan-bahan ini juga menciptakan aroma alami yang memberikan pengalaman sensorik yang unik dalam ruangan.
  4. Simbol Status dan Kesejahteraan: Pada masa lalu, memiliki tatami di rumah dianggap sebagai tanda status dan kesejahteraan. Semakin banyak tatami yang dimiliki seseorang, semakin tinggi status sosialnya. Meskipun konsep ini mungkin tidak seketat dulu, keberadaan tatami masih mencerminkan kekayaan dan keberuntungan dalam masyarakat Jepang.
  5. Keindahan dalam Kesederhanaan: Tatami mencerminkan filosofi Jepang yang mengejar keindahan dalam kesederhanaan. Desain yang sederhana namun elegan, dengan paduan warna alami dan tekstur yang khas, menciptakan atmosfer yang menenangkan dan mengundang.
  6. Penting dalam Upacara Teh: Tatami juga memegang peran penting dalam upacara teh Jepang. Ruangan khusus yang digunakan untuk upacara teh disebut “chaji,” dan lantainya selalu terbuat dari tatami. Tata letak tatami dalam ruangan ini memiliki aturan khusus yang mencerminkan keakraban dan kerendahan hati dalam upacara teh.
Baca Juga :  Perbedaan Cat Besi dan Cat Kayu

Baca Juga: Mengenal Kayu Plywood dan Jenisnya

Kesimpulan

Tatami tetap menjadi bagian integral dari budaya Jepang, meskipun desain interior modern dan bahan lantai yang inovatif semakin banyak digunakan. Keberlanjutan tradisi tatami adalah bukti kekayaan nilai-nilai budaya Jepang yang terus dilestarikan dan dihormati.

Penggunaan tatami tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga membawa makna mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat Jepang, tatami bukan hanya sekadar alas lantai, tetapi sebuah simbol keharmonisan, kesederhanaan, dan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pos terkait