Mengenal Lantai Teraso, Kelebihan dan Kekurangannya

Mengenal Lantai Teraso
Mengenal Lantai Teraso

Mengenal Lantai Teraso |Lantai memiliki peran penting dalam menentukan estetika dan daya tahan suatu bangunan. Di antara berbagai jenis lantai, lantai teraso muncul sebagai pilihan unik yang dapat meningkatkan keindahan dan kekuatan struktural suatu bangunan. Artikel ini akan membahas apa itu lantai teraso, sejarahnya, karakteristiknya, jenis-jenisnya, serta kelebihan dan kekurangannya.

Mengenal Lantai Teraso

Lantai teraso merupakan jenis lantai yang terbuat dari campuran semen dan pasir, dengan mengekspos kepingan marmer pada permukaan beton yang dipoles hingga halus. Keunikan dari lantai teraso terletak pada coraknya, yang dapat disesuaikan dengan karakter bangunan. Lantai ini dapat digunakan di berbagai jenis bangunan, termasuk rumah, kantor, sekolah, dan tempat ibadah.

Sejarah Lantai Terrazzo

Istilah “teraso” berasal dari bahasa Italia “terrazza,” yang berarti teras. Lantai teraso pertama kali ditemukan di Venesia selama abad ke-15. Pada awalnya, teraso dibuat menggunakan sisa-sisa marmer yang dianggap limbah, sebagai lantai penutup. Pada saat itu, teraso dianggap memiliki nilai tinggi karena masih banyak orang yang menggunakan ubin semen.

Awalnya, lantai teraso hanya menunjukkan warna aslinya saat basah. Namun, dengan penemuan bahwa susu kambing dapat berfungsi sebagai pelapis untuk menampilkan warna aslinya, teraso semakin populer. Pada tahun 1924, penggunaan semen Portland putih dan pengenalan warna-warna baru membuat teraso semakin berkembang dan digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk di rumah George Washington di Vernon Mount.

Di Indonesia, lantai teraso banyak dipengaruhi oleh bangsa Belanda. Mereka membuka industri teraso dan mengajarkan teknik pembuatannya kepada masyarakat Indonesia. Pada tahun 1970-an, pabrik teraso mulai bermunculan di seluruh Indonesia, mengikuti popularitasnya sebagai lantai estetik.

Karakteristik Lantai Teraso

Lantai teraso memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari jenis lantai lain:

  • Terbuat dari Material Alami: Meskipun manusia yang membuatnya, bahan utama teraso terdiri dari campuran bahan alami dan daur ulang, seperti semen, pasir, dan pecahan marmer. Ini membuatnya lebih ramah lingkungan.
  • Motif Menyerupai Pecahan Batuan: Teraso memiliki motif yang menyerupai pecahan batuan dengan penataan pecahan yang tidak seragam. Kombinasi warna tergantung pada jenis batuan yang digunakan.
  • Terdiri dari Tekstur Kasar dan Halus: Teraso dapat memiliki tekstur kasar atau halus. Tekstur kasar cocok untuk eksterior dan area basah, sementara tekstur halus memberikan kilau yang mengkilap di dalam ruangan.
  • Menyesuaikan dengan Suhu Ruangan: Teraso memiliki sifat porositas dan menyerap cahaya yang memungkinkannya menyesuaikan dengan suhu ruangan, memberikan efek dingin atau hangat tergantung pada kondisi cuaca.
Baca Juga :  Ketahui Ukuran Paving Block, Sesuai Pasang

Jenis-jenis Lantai Teraso

Terdapat beberapa jenis lantai teraso, masing-masing dengan karakteristik dan penggunaan yang berbeda:

Epoxy Terrazzo System: Sistem teraso epoksi sangat ideal untuk bangunan tempat tinggal maupun komersial. Bobotnya ringan, tahan lama, dan memiliki daya tahan terhadap bahan kimia serta anti slip.

Terrazzo Bantal Pasir: Terdiri dari lapisan matriks semen dengan jaring kawat, lembaran isolasi, dan lapisan pasir tambahan. Cocok digunakan di area luar ruangan.

Bonded Terrazzo System: Bisa diterapkan pada interior maupun eksterior. Memiliki spesifikasi ketebalan tertentu dan merekat dengan beton.

Sistem Terrazzo Monolitik: Memiliki waktu pemasangan cepat, cocok untuk bangunan toko, sekolah, dan mal. Mengandalkan kualitas beton untuk kerataan dan pencegahan retak.

Rustic Terrazzo System: Cocok untuk aplikasi luar ruangan dengan permukaan bertekstur kasar yang tahan slip. Menampilkan desain elegan dan berbagai variasi tekstur.

Baca Juga: 6 Jenis Kalsiboard dan Pengertiannya

Kelebihan Lantai Teraso

Lantai teraso memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya populer dalam konstruksi bangunan modern:

  1. Ketahanan yang Baik: Lantai teraso memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan lantai keramik biasa, karena terbuat dari bahan kuat seperti semen, pasir, dan pecahan marmer.
  2. Bisa Diaplikasikan pada Berbagai Kondisi Bangunan: Fleksibilitasnya memungkinkan penggunaan dalam berbagai kondisi dan jenis bangunan, baik sebagai lantai interior, eksterior, maupun di sekitar kolam renang.
  3. Perawatan yang Mudah: Lantai teraso cenderung lebih mudah perawatannya dibandingkan dengan lantai marmer. Bersihkan dengan menyapu dan mengepel menggunakan sabun dan air hangat secara rutin.
  4. Estetika yang Menawan: Corak yang unik dan beragam membuat teraso dapat mendukung berbagai konsep desain interior dan eksterior.

Kekurangan Lantai Teraso

Meskipun memiliki banyak kelebihan, lantai teraso juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

  1. Harga yang Lebih Mahal: Pembuatan teraso membutuhkan proses yang lebih rumit, sehingga harganya cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lantai lainnya.
  2. Pemasangan yang Rumit: Pemasangan lantai teraso memerlukan keahlian khusus, dan kesalahan dalam pemasangan dapat menyebabkan tampilan yang tidak menarik.
  3. Membutuhkan Sealant: Untuk menjaga kualitasnya, teraso memerlukan sealant agar dapat menempel dengan baik.
Baca Juga :  Kelebihan Atap Miring untuk Rumah Modern

Meskipun demikian, kelebihan lantai teraso seringkali lebih dominan daripada kekurangannya, membuatnya menjadi pilihan yang populer dalam dunia desain dan konstruksi. Dengan karakteristik yang unik dan daya tahan yang tinggi, lantai teraso tetap menjadi favorit bagi mereka yang mengutamakan keindahan dan kekuatan struktural dalam suatu bangunan.

Kesimpulan

Lantai teraso adalah pilihan yang menarik bagi mereka yang menginginkan kombinasi harmonis antara estetika dan kekuatan struktural dalam suatu bangunan. Sejarah panjangnya, karakteristik unik, dan keberagaman jenisnya membuat lantai teraso tetap menjadi favorit dalam dunia desain interior dan arsitektur.

Meskipun mempertimbangkan kekurangan dan harga yang relatif lebih tinggi, kelebihan lantai teraso seringkali lebih dominan dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bangunan. Dengan tampilan yang indah, kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi, dan daya tahan yang tinggi, lantai teraso terus menjadi pilihan yang relevan dalam menciptakan ruang yang estetis dan fungsional.

Pos terkait