Mushola minimalis dalam Rumah, Ukuran ?

Sajadah Mushola minimalis

Bagi umat muslim khususnya seperti saya mempunyai ruangan khusus untuk sholat adalah wajib. Dan alangkah lebih baiknya lagi bila terdapat mushola minimalis di dalam rumah. Memang membutuhkan ukuran ruangan yang lumayan luas untuk membangun mushola minimalis dalam rumah, namun setelah terbangun mushola insyaallah ibadah menjadi makin tenang dan nyaman. Terlepas dari ukuran mushola dalam rumah, keberadaannya bisa sangat bermanfaat sebagai lokasi untuk melaksanakan shalat baik untuk para penghuni rumah ataupun saat ada tamu yang akan melaksanakan sholat saat bertamu dirumah kita.

Sebaiknya mushola minimalis dalam rumah didesain dengan semaksimal mungkin dan memiliki ukuran yang memadai untuk kenyamanan dalam penggunaannya. Tak hanya itu, juga agar mencukupi untuk menunaikan rukun Islam kedua secara berjamaah.

Bacaan Lainnya

Mushola harus terjaga kebersihan serta kesuciannya, oleh sebab itu diperlukan pertimbangan serius dalam pembuatan mushola dalam rumah. Jangan membuatnya dengan asal supaya bisa tercipta mushola yang benar-benar ideal dan bisa digunakan dengan maksimal.

Tips Membuat Mushola dalam Rumah

Menentukan Lokasi

Tips pertama membuat mushola dalam rumah adalah menentukan lokasi. Lokasi penempatan mushola bisa di dalam ataupun di luar rumah, tergantung pada ketersediaan lahan.

Mengenai hal tersebut akan berkaitan dengan penataan ruang, khususnya bila membuat mushola di dalam rumah tentu bisa bersinggungan dengan ruangan lainnya. Oleh sebab itu pertimbangkan dengan baik supaya tak mengganggu fungsi ruangan yang lain.

Untuk menentukan lokasi, pertimbangkan ukuran mushola minimalis dalam rumah, pencahayaan serta ventilasi udaranya. Upayakan untuk memperoleh pencahayaan alami, supaya menghemat penggunaan daya listrik. Agar ruangan tak pengap dan nyaman digunakan maka sirkulasi udaranya juga harus lancar.

Ukuran-Ruang-Mushola

Ukuran Ruang

Semakin luas ketersediaan lahan maka akan semakin leluasa Anda dalam pembuatan mushola dalam rumah. Sementara itu untuk Anda yang memiliki lahan terbatas memang diharuskan untuk melakukan perhitungan dengan cermat.

Umumnya panjang sajadah untuk orang dewasa adalah 110 cm – 120 cm, dengan lebar 50 cm – 70 cm. Anda bisa menjadikan ukuran sajadah sebagai panduan dalam menentukan ukuran mushola, sebagai tempat yang diperlukan bagi setiap orang.

Berikutnya tentukan pula berapa shaf dan masing-masing shaf terdiri dari berapa orang sesuai keinginan. Sebaiknya masing-masing shaf memiliki jarak setidaknya 10 cm, khususnya bagi Anda yang ingin membuat ukuran mushola dalam rumah 2 shaf.

Misalnya dengan penggunaan ukuran panjang 120 cm dan lebar 60 cm bagi setiap orang. Jika menginginkan 3 shaf dengan jarak antar shaf 10 cm. Bila masing-masing shaf terdiri dari 4 orang, perhitungannya adalah:

Baca Juga :  Exhaust Fan: Pengertian, Jenis, dan Cara memilihnya
Panjang = 120 cm x 2 = 240 cm
Jarak antar shaf = 10 cm x 1 = 10 cm
Panjang keseluruhan = 240 cm + 10 cm = 250 cm
Lebar = 60 cm x 4 = 240 cm
Luas mushola = 250 cm x 240 cm = 60.000 cm² atau 6 m²

Ukuran mushola dalam rumah tersebut bisa menjadi acuan dalam membangun mushola minimalis dengan memperhitungkan ketepatan arah kiblat. Penambahan untuk bagian paling depan dan belakang juga diperlukan untuk kenyamanan saat melaksanakan shalat.

mushola dalam rumah

Akan tetapi jika ruangan tak benar-benar menghadap kiblat, maka diperlukan penyesuaian atau penambahan beberapa centimeter untuk masing-masing sisinya.

Arah Hadap Mushola

Selain ukuran mushola dalam rumah, Anda juga perlu mempertimbangkan arah hadap mushola. Mushola dengan lokasi di luar rumah akan lebih mudah untuk memposisikannya ke arah kiblat, sekalipun hal ini juga bisa dipengaruhi oleh kondisi dari area lokasi pembangunannya.

Akan berbeda bila pembuatannya di dalam rumah, khususnya untuk rumah minimalis. Kemungkinan tak akan mudah untuk menghadapkannya benar-benar ke arah kiblat sebab bisa bersinggungan dengan penataan ruang dan estetika.

Oleh sebab itu jangan memaksakan untuk bisa mengarahkannya ke arah kiblat. Hal yang paling utama adalah ibadah shalat yang memang harus menghadap kiblat. Pada intinya bukan tempat, namun shalat yang wajib menghadap ke arah kiblat.

Ukuran mushola minimalis dalam rumah dan posisinya tak harus menjadi masalah karena tak menghadap kiblat, cukup karpet atau sajadah yang diarahkan ke kiblat. Dengan demikian Anda bisa menjalankan shalat sesuai syariat, sementara penataan ruang tetap bisa dikondisikan dengan sebaik-baiknya agar lebih mudah dalam pembuatan dan tetap bisa menjaga estetika.

Tempat Wudu

Tempat Wudu

Wudu adalah salah satu syarat sah shalat, maka tempat wudu juga harus mendapat perhatian. Bila memungkinkan, lengkapi pula dengan toilet sebab umumnya banyak orang pergi ke toilet terlebih dahulu sebelum berwudu.

Lokasi tempat wudu akan lebih baik bila ditempatkan di dekat mushola. Akan tetapi tetap harus dikondisikan agar cipratan air wudu tak mengenai tempat shalat. Terlebih lagi bila tempat wudu dilengkapi toilet, pertimbangkan dengan sebaik-baiknya untuk tetap bisa menjaga kebersihan dan kesucian ruangan mushola.

Lantai

Selain ukuran mushola dalam rumah minimalis, Anda juga harus mempertimbangkan lantai mushola. Sebaiknya lantai mushola lebih tinggi dari lantai sekitarnya, terutama bila pintu masuknya dekat dengan tempat wudu yang dilengkapi toilet.

Baca Juga :  BI Checking SLIK OJK dan Pengecekannya

Membuat lantai menjadi lebih tinggi setidaknya bisa menjaga kebersihan dan kesucian serta menjaga agar najis mudah berpindah dari toilet ke ruang shalat. Upayakan agar lantai, sajadah, karpet ataupun alas shalat lainnya tetap dalam kondisi kering supaya tak berbau.

Dinding

Tak hanya ukuran mushola dalam rumah yang perlu diperhatikan, Anda juga perlu memperhatikan pemilihan warna dinding. Pilih warna dinding yang nyaman di mata agar betah saat berada dalam mushola.

Dalam pengaplikasian warna cat, Anda dapat memilih warna yang bisa menyejukkan mata seperti biru muda, hijau muda, salem, krem ataupun warna-warna pastel lainnya. Hindari penggunaan warna-warna mencolok dan terang. Kemudian bila Anda menginginkan tema minimalis, sebaiknya pilih ornamen dinding yang simpel saja.

Ketinggian Atap

Anda juga perlu memperhatikan ketinggian atap dari lantai mushola. Kesan luas dan lapang akan terasa jika ruangan semakin tinggi. Akan tetapi sesuaikan pula dengan luas ruang agar estetika tetap bisa didapatkan.

Untuk atap, ruangan mushola minimalis dalam rumah sebaiknya dibuat dengan tinggi 2,7 meter. Hal ini agar mushola Anda terkesan luas dan lapang. Minimal ketinggian lantai bangunan antara 32 – 34 cm dari permukaan tanah.

Atap mushola rumah

Anda pun bisa menempatkan koral sikat dengan jarak 32 – 55 cm dari lokasi mushola untuk menghindari cipratan air ketika hujan turun. Untuk bagian lantainya, Anda dapat memilih material lantai yang tak licin dan tetap mudah untuk dibersihkan.

Dekorasi

Untuk ruangan mushola minimalis tak perlu berlebihan dalam mendekorasinya, Anda cukup memasang hiasan bernuansa Islam di samping kanan dan kiri seperti tulisan kaligrafi.

Anda juga bisa mendekorasi bagian luar ruangan mushola, tak diharuskan untuk menggunakan kaligrafi ataupun hiasan bernuansa Islam. Anda bisa menggunakan tulisan yang memiliki arti untuk ajakan dalam melaksanakan shalat ataupun motivasi dalam kehidupan.

Kesimpulan

Nah itu tadi beberapa tips dalam membuat mushola minimalis dalam rumah yang bisa menjadi pertimbangan khususnya mengenai ukuran mushola dalam rumah. Semoga bermanfaat bagi Anda yang akan membuat mushola keluarga.

Untuk menambah inspirasi, Anda juga bisa mencoba mencari beberapa desain mushola dalam rumah minimalis di internet.

Pos terkait