Penerapan Ilmu Properti ? Berikut Ilustrasinya

Ilustrasi Penerapan Ilmu Properti

Bagi beberapa orang properti identik dengan sebuah investasi, nyatanya tidak semua properti disebut sebagai aset investasi. Contohnya saja pada ilustrasi penerapan ilmu properti itu sendiri ternyata dibagi menjadi tiga yaitu properti investasi, properti yang digunakan untuk diri sendiri dan juga properti untuk di perjual belikan. Pasalnya ketiganya memiliki perbedaan yang cukup mencolok baik secara pengertian maupun perolehannya. – Ayocarirumah.com

Perbedaan Properti Investasi, Properti yang Digunakan Sendiri dan Properti untuk di perjual belikan

Di sini saya akan mencoba untuk menjelaskan mengenai contoh ilustrasi penerapan ilmu properti dan kita mulai dari membahas apa perbedaan dari properti investasi dengan yang digunakan sendiri.

Bacaan Lainnya
Properti investasi

Dari pengertiannya, properti investasi merujuk pada sebuah properti yaitu tanah atau bangunan yang dimiliki oleh seseorang atau penyewa yang bisa menghasilkan kenaikan nilai. Properti investasi juga diartikan sebagai sebuah properti yang tidak digunakan untuk produksi maupun dijual pada kegiatan sehari-hari. Jadi hal yang diperhatikan di sini pada properti investasi adalah capaian untuk mendapat hasil di masa depan.

Properti yang digunakan sendiri

Properti yang digunakan sendiri di sini merupakan sebuah properti yang dikuasai oleh seseorang atau penyewa yang akan digunakan pada kegiatan produksi atau tujuan administratif. Jadi secara pengertian, keduanya sudah sangat berbeda sekali ya.

Contoh ilustrasi penerapan ilmu properti yaitu misalnya seseorang membeli sebidang tanah, nah pembelian dan kepemilikan tanah ini bisa disebut sebagai properti investasi atau aset tetap tergantung dari pernyataannya. Misalnya dari sebuah tanah tersebut akan dibangun sebuah kantor atau gedung lainnya yang akan digunakan untuk kegiatan operasional maka properti tersebut disebut sebagai aset tetap.

Namun jika tanah tersebut ternyata tidak akan digunakan dalam kegiatan operasional namun akan disimpan dalam bentuk tanah dengan tujuan mempunyai keyakinan bahwa di masa depan akan mengalami kenaikan nilai maka properti ini disebut properti investasi.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Masalah Tikus di Rumah dengan Mudah dan Aman
Properti yang di perjual belikan

Properti yang di perjual belikan tentu anda sudah tahu. Maksudnya adalah jika misalkan anda seorang pebisnis properti tentu sudah biasa untuk membeli kemudian menjual properti kembali setelah mendapatkan keuntungan.

Di bawah ini merupakan beberapa contoh aset tetap atau yang bukan disebut properti investasi:

  • Properti untuk kegiatan operasional

Jadi contoh yang pertama, properti ini digunakan untuk kegiatan usaha dalam kegiatan sehari-hari. Properti ini juga biasanya akan dijual kembali dalam waktu dekat dengan tujuan untuk pengembangan.

Properti dalam pengembangan

  • Properti dalam pengembangan

Selanjutnya properti ini dimaksudkan untuk sebuah tanah yang sedang dilakukan proses pembangunan atau pengembangan dengan atas nama pihak ketiga.

  • Properti yang disewakan

Properti yang disewakan ternyata masuk ke dalam aset tetap atau aset yang digunakan sendiri.

Itulah beberapa perbedaan antara properti investasi dan juga properti yang digunakan untuk sendiri. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan investasi namun belum memiliki modal ternyata bisnis yang satu ini dapat Anda lakukan loh.

Di bawah ini Ayocarirumah.com akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk melakukan bisnis properti tanpa modal;

Tips Bisnis Properti Tanpa Modal

1. Melihat iklan

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan melihat iklan-iklan yang berkaitan dengan properti. Dari iklan tersebut Anda bisa memulai bisnis properti Anda mulai dari 0. Seperti yang diketahui iklan properti ini sejak dulu mudah sekali Anda temukan di mana pun dari berbagai surat kabar seperti koran dan majalah hingga media elektronik yang saat ini sangat mudah Anda akses.

Anda bisa melihat iklan dengan mencari penjualan properti yang terdekat dengan wilayah Anda terlebih dahulu. Kemudian pilihlah iklan yang ditawarkan oleh pemiliknya secara langsung. Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghubungi pemilik untuk meminta izin akan mengiklankan propertinya terlebih dahulu.

Hanya bermodalkan internet yang sangat mudah sekali, Anda bisa mengiklankan properti tersebut dan jika sudah yakin dan berusaha pasti keberuntungan akan berpihak kepada Anda dan akan ada orang yang tertarik dan membutuhkan properti yang Anda tawarkan.

Baca Juga :  Apakah Harga Properti Selalu Naik?
2. Melakukan kerja sama

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan kerja sama bisa dimulai dari orang terdekat atau yang berada di lingkungan sekitar Anda terlebih dahulu hingga kemudian Anda bisa memperbanyak relasi yang akan mempermudah Anda dalam melakukan strategi marketing. Kerja sama ini kini bisa Anda lakukan tidak hanya dengan pemilik properti saja namun Anda juga bisa bekerja sama dengan sesama agen.

Seperti yang diketahui hal-hal yang berkaitan dengan marketing maupun melakukan upaya tanpa modal sebenarnya terbilang cukup sulit. Namun jika Anda sudah melakukan kerja sama atau memiliki kenalan yang sudah terjun ke bidang ini sudah termasuk langkah yang tepat bagi Anda untuk memulai bisnis tersebut.

3. Membuat situs jual beli properti

Jika Anda sudah cukup yakin dan sudah memiliki banyak relasi. Agar proses marketing Anda meningkat, selanjutnya Anda bisa membuat situs jual beli online tentang properti yang Anda ketahui. Namun sekali lagi kejujuran sangat penting dalam pekerjaan ini. Hindari hal-hal yang dimaksudkan untuk menipu klien ataupun tindakan kejahatan lainnya.

Itulah hal-hal yang bisa dilakukan dalam bidang properti berdasarkan ilustrasi penerapan ilmu properti.

Pos terkait